Senin, 17 November 2025

bercerita tentang apapun :)


Apa yang akan kamu lakukan ketika hatimu tak lagi bisa mencintai seseorang yang baru karena perasaanmu sudah lama mati dan cinta mu sudah habis di orang lama?


Itu yang saat ini tengah aku rasakan, bukan cuma sekali tapi sudah 2 kali aku membuat pria tulus pergi tanpa merasakan timbal balik dari perasaan itu. Ada penyesalan, tapi bagaimanapun aku juga sakit. 
Kali ini, aku mencoba untuk memulai hubungan yang baru, tapi nyatanya aku tidak bisa benar-benar jatuh cinta kepadanya. Dia laki-laki yang baik, dia laki-laki penuh tawa, dia berusaha untuk mendapatkan hati ini tapi tetap saja rasanya susah sekali untuk membuka hati dengan orang yang baru. Aku memang menerima hubungan itu namun hanya karena aku sendiri kasian dengannya. Aku pernah mencintai seseorang tapi tidak bisa memilikinya, rasanya sakit dan itu alasan aku menerimanya. Aku menghargai kebaikan dan perjuangannya, namun perasaan takut akan karma terus menghampiri pikiranku tapi, bukankah setiap pilihan yang kita ambil akan memperoleh karmanya sendiri?. 
Lalu, apakah aku akan siap untuk hal itu? entahlah....


Tidak apa, jika ternyata kalian menilai bahwa akulah yang jahat, sungguh tidak apa-apa. Aku hanya mencoba menghargai perasaannya.


Untuk kamu laki-laki baik yang saat ini menjadi pasanganku, maaf untuk setiap perasaanmu yang tidak bisa aku balas dengan cinta, maaf jika aku terlalu jahat, maaf jika aku terlalu egois. Terimakasih sudah memberikan yang terbaik, terimakasih sudah menerima aku apa adanya. Terimakasih untuk cinta tulus yang senantiasa kamu tunjukkan kepadaku. Terimakasih ya sudah meyakinkan bahwa aku masih layak untuk dicintai. Hidup lebih lama yaa, aku akan mendoakan setelah cinta pura-pura ini  berakhir kamu akan memperoleh perempuan yang mencintaimu dengan tulus sampi akhir hayatnya. Tak apa, jika kamu marah padaku si perempuan yang hatinya sudah mati ini, tapi berjanjilah untuk tidak pernah mati rasa pada oranglain. Kita sama-sama sakit tapi kita masih berusaha saling menggenggam, namun makin erat genggaman itu semakin dalam pula sakit yang kita rasakan. Maaf kalau aku pada akhirnya menyerah, maaf kalau aku memilih untuk melepaskanmu... 

Laki-laki baik sepertimu tidak pantas merasakan cinta palsu seperti ini, kamu juga berhak untuk bahagia. Nanti, kalau ternyata kita harus berpisah hiduplah dengan baik seperti sebelum kamu mengenalku, bahagia ya.... janji ya senyum manis itu harus terus merekah... 
Jangan khawatirkan aku, aku juga tidak tau bagaimana selanjutnya setelah tidak bersamamu. Entah aku akan menemukan belahan hatiku kelak atau bahkan perasaan mati rasa ini akan abadi sampai maut menjemputku. 

Mari menikmati satu tahun kedepan dengan cinta palsu itu. Satu yang kamu harus tau bahwa perlakuan dan tawaku saat bersamamu itu bukanlah pura-pura... 


(Pontianak, 29 Oktober 2025)



Selasa, 25 Februari 2025

Bercerita tentang apapun



"ku berjalan serta Yesus, maka hatiku tenang🎵"

Ini adalah kalimat indah yang saya kutip dari sebuah lirik lagu yang  manis pula. oh, I love this lyric.

Setelah saya merantau, dan mengusahakan semuanya sendiri sering kali pergumulan/permasalahan muncul dan menghampiri isi kepala saya, serta hal-hal seperti itu membuat saya harus meneteskan air mata. Bayangkan saja anak perempuan dengan tubuh mungil ini harus bertarung dengan masalah yang silih berganti tanpa seorangpun disisinya. Hendak bercerita, saya bingung kepada siapa. setiap masalah membuat saya menjadi sangat lelah, saya berusaha sendiri di daerah orang. Kamar kos kecil menjadi saksi bisu betapa banyaknya air mata yang sudah saya buang. Hingga suatu malam ketika sedang menangis sambil memutar lagu Pop, playlist YouTube saya berganti dengan lagu-lagu rohani. salah satu yang terdengar adalah lagu "tak ku tau kan hari esok" lagu ini melantun sangat merdu, dinyanyikan oleh seorang wanita bernama "Maria Tampubolon". Oh, betapa indahnya bait demi bait. sampailah pada potongan lirik ini "ku berjalan serta Yesus, maka hatiku tenang" seketika tangis saya berhenti, malam itu saya benar-benar memaknai lagu itu dan mulai merenung, kenapa setiap ada pergumulan saya hanya melampiaskan dengan menangis seorang diri?. Ya, saya punya Yesus. Harusnya saya melibatkan DIA pada setiap pergumulan saya. Sejak malam itu, setiap kali ada masalah saya selalu meyakinkan diri bahwa jika berjalan bersama Yesus, jika saya melangkah bersama-NYA masalah sebesar apapun akan terlihat kecil, dan hati saya akan tetap tenang. Oh, betapa beruntungnya saya malam itu mendengar lagu ini dan benar-benar memaknainya. Mungkin Tuhanpun kasihan melihat saya menangis setiap saat hehehe. Dan ya, hati saya semakin kuat, percayalah tangis sedih itu sekarang sudah jarang terdengar.

 Thank you Jesus🤍